BERITAKULIAH.COM, Klaten – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) terus menunjukkan komitmen mereka dalam menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak nyata bagi masyarakat pada pada Selasa, 3 Februari 2026. Kali ini, Muhammad Yazid Adrian Nugraha dari jurusan Teknik Mesin, berhasil merancang dan membuat desain sederhana biochar dari sekam padi,alat ini dibuat dengan memanfaatkan besi-besi bekas dan dapat menampung kurang lebih 70 liter sekam padi.
Inisiatif ini berangkat dari kondisi masyarakat Dukuh Besari Wetan, Desa Jabung, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor pertanian, khususnya penggilingan padi. Sekam padi yang merupakan limbah hasil penggilingan padi, sering kali terabaikan dan menumpuk di sekitar area penggilingan. Hal ini menjadi permasalahan utama karena sekam yang tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Di sisi lain, banyak warga yang belum memanfaatkan potensi sekam padi yang melimpah.
Melihat potensi tersebut, Bapak Sugeng selaku RW setempat menyarankan agar limbah sekam padi tersebut diarahkan untuk dimanfaatkan menjadi biochar, yaitu bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Biochar dapat diproduksi secara sederhana dengan menggunakan alat pembakar sekam padi yang bisa dibuat dengan biaya rendah, sehingga dapat membantu mengurangi limbah sekam dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Sekam padi yang biasanya terbuang ini kemudian dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam tungku pembakar yang telah dirancang khusus untuk proses pembuatan biochar. Setelah dibakar, sekam padi menghasilkan biochar yang memiliki banyak manfaat, antara lain untuk memperbaiki kualitas tanah, mengurangi emisi karbon, serta dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Inisiatif ini tidak hanya memberikan solusi bagi masalah limbah, tetapi juga memberi dampak positif terhadap perekonomian dan lingkungan di Desa Jabung.

Selain memanfaatkan alat yang sudah ada, Yazid juga merancang desain pengembangan tungku pembakar sekam padi menggunakan perangkat lunak CAD (SolidWorks). Desain baru ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas kerja alat agar ke depannya dapat digunakan tidak hanya untuk pembakaran sekam padi, tetapi juga untuk bahan bakar alternatif lainnya dengan kapasitas dan hasil yang lebih optimal.
Tidak berhenti di situ, Yazid juga menambahkan sejumlah inovasi terhadap desain tersebut, antara lain dengan menambahkan lubang ventilasi pada bagian samping tungku agar proses pembakaran lebih merata dan efisien. Ia juga menambahkan pegangan di bagian atas tungku untuk memudahkan pengoperasian alat. Selain itu, Yazid meningkatkan spesifikasi cerobong dengan diameter yang lebih besar guna menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna, cepat, dan menghasilkan lebih sedikit asap.
“Saya menggunakan software CAD SolidWorks untuk merancang bentuk dan sistem kerja tungku pembakar sekam padi, agar memiliki kapasitas serta ketahanan yang lebih baik.” ungkap Yazid, mahasiswa Teknik Mesin UNDIP.
Kegiatan ini menjadi salah satu contoh penerapan nyata teknologi tepat guna oleh mahasiswa KKN Regular di Desa Jabung. Melalui inovasi ini, KKN Regular Desa Jabung tidak hanya membantu masyarakat mengatasi permasalahan limbah sekam padi, tetapi juga menginspirasi warga untuk memanfaatkan dan mengembangkan kembali alat-alat sederhana yang sudah ada menjadi solusi berkelanjutan bagi kebutuhan sehari-hari, seperti pembuatan biochar yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.













