Penulis : Sabrina Arsyil Majiid / Universitas PTIQ Jakarta Program Studi Pendidikan Agama Islam
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan, pelaksanaan supervisi akademik di SMP Islam Nurul Hidayah menurut saya sudah menunjukkan arah yang cukup baik dan progresif. Supervisi tidak lagi dipandang sebagai kegiatan mencari kesalahan guru, melainkan sebagai proses pembinaan profesional yang bersifat kolaboratif dan humanis. Hal ini menjadi poin penting, karena salah satu tantangan terbesar dalam supervisi pendidikan adalah persepsi negatif guru terhadap kegiatan tersebut.
Saya melihat bahwa kepala sekolah telah berupaya menerapkan supervisi secara terencana dan terjadwal, yaitu dua kali dalam satu tahun ajaran. Penjadwalan yang jelas ini menunjukkan adanya manajemen yang sistematis serta memberi ruang bagi guru untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran dengan lebih matang. Dengan adanya pemberitahuan sebelumnya, supervisi terasa lebih sebagai proses pendampingan daripada inspeksi mendadak yang menegangkan.
Selain itu, penggunaan teknik supervisi individual dan kelompok yang disesuaikan dengan kebutuhan guru merupakan langkah yang tepat. Tidak semua guru memiliki karakter dan tingkat kesiapan yang sama, sehingga pendekatan yang fleksibel menjadi kunci keberhasilan. Guru yang membutuhkan pembinaan khusus diberikan ruang secara personal, sementara evaluasi umum dilakukan secara kolektif agar tercipta budaya refleksi bersama.
Pendekatan kolaboratif yang diterapkan juga menurut saya sangat relevan dengan konsep supervisi modern. Kepala sekolah tidak hanya bertindak sebagai penilai, tetapi sebagai mitra diskusi yang membantu guru mencari solusi atas kendala pembelajaran. Sikap ini mampu membangun suasana yang lebih terbuka dan mengurangi rasa cemas guru saat disupervisi.
Namun demikian, masih terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, terutama terkait kesiapan perangkat pembelajaran dan faktor psikologis guru yang masih merasa grogi saat observasi kelas. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sistem supervisi sudah baik, penguatan budaya refleksi diri dan peningkatan kepercayaan diri guru masih perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, saya berpendapat bahwa pelaksanaan supervisi akademik di SMP Islam Nurul Hidayah Depok sudah berjalan sesuai dengan prinsip supervisi yang efektif, yaitu terencana, humanis, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran. Jika praktik ini terus dikembangkan dan dievaluasi secara konsisten, supervisi dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.













