BERITAKULIAH.COM, JAKARTA — Perbankan syariah adalah lembaga keuangan yang menjalankan aktivitas perbankan berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Perbankan syariah hadir sebagai alternatif sistem keuangan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan keadilan seperti bebas dari riba (bunga), gharar (ketidakjelasan), dan maysir (judi).
Namun, untuk bersaing dengan perbankan konvensional, bank syariah harus memiliki strategi yang kuat dalam dua hal utama:
Kualitas layanan (service quality)
Strategi pemasaran (marketing strategy)
Kedua strategi ini saling berhubungan dan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan, meningkatkan loyalitas nasabah, dan memperluas pangsa pasar.
Strategi Kualitas Layanan dalam Perbankan Syariah
Kualitas layanan di bank syariah tidak hanya dinilai dari aspek teknis, tetapi juga dari kepatuhan terhadap prinsip syariah. Strategi peningkatan layanan mencakup:
a. Peningkatan Kompetensi SDM Syariah
Memberikan pelatihan syariah dan layanan prima kepada pegawai
Meningkatkan pemahaman tentang akad-akad syariah agar bisa menjelaskan kepada nasabah dengan benar dan tepat
b. Digitalisasi Layanan
Menyediakan layanan e-banking, mobile banking, dan chatbot berbasis syariah
Mempermudah akses layanan tanpa melanggar prinsip syariah
c. Standar Pelayanan Syariah
Menerapkan prinsip transparansi, kejujuran, dan keadilan dalam seluruh transaksi
Menyediakan informasi akad dan risiko produk secara terbuka kepada nasabah
d. Evaluasi Kepuasan Nasabah
Melakukan survei berkala untuk menilai kepuasan nasabah
Menyediakan saluran kritik dan saran untuk perbaikan layanan
Strategi Pemasaran Perbankan Syariah
Pemasaran dalam bank syariah harus etis, mendidik, dan tidak manipulatif. Tujuannya bukan hanya menjual produk, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai Islam dalam transaksi keuangan.
a. Segmentasi dan Targeting Islami
Menargetkan segmen seperti pelajar Muslim, pelaku UMKM halal, dan institusi pendidikan Islam
Menyesuaikan produk dengan kebutuhan syariah masing-masing segmen
b. Promosi yang Mendidik (Edu-Marketing)
Mengadakan seminar, webinar, atau konten sosial media tentang keuangan Islam
Mengedukasi masyarakat tentang bahaya riba dan pentingnya akad halal
c. Branding Halal dan Amanah
Menampilkan identitas syariah yang kuat (logo halal, akad transparan)
Menekankan nilai “Amanah dan Keberkahan” dalam seluruh komunikasi pemasaran
d. Kemitraan Strategis
Bekerja sama dengan pesantren, lembaga zakat, koperasi syariah, dan pelaku usaha halal
Membuka layanan di lokasi strategis seperti kampus Islam atau kawasan industri halal
Sinergi Kualitas Layanan dan Pemasaran
Strategi pemasaran akan berhasil jika didukung oleh kualitas layanan yang nyata. Sementara itu, pelayanan yang baik menjadi alat promosi yang kuat melalui rekomendasi langsung dari nasabah (word of mouth). Kunci sukses bank syariah adalah konsisten memberikan:
Layanan yang cepat, ramah, dan sesuai syariah
Informasi yang jelas dan tidak menyulitkan
Kepercayaan yang dibangun dengan amanah
Kesimpulan
Perbankan syariah harus membangun keunggulan bukan hanya dari sisi produk, tapi juga dari kualitas layanan dan strategi pemasaran yang sesuai nilai Islam.
Langkah konkret yang bisa dilakukan antara lain:
Meningkatkan SDM dan teknologi layanan
Memastikan semua proses sesuai syariah
Mempromosikan keunggulan syariah secara edukatif dan terpercaya
Dengan strategi ini, bank syariah dapat memperkuat posisi di tengah persaingan dan menjadi pilihan utama masyarakat yang menginginkan layanan keuangan yang halal, aman, dan profesional.
Referensi:
Penulis: Sabitah Agnissa Padmarini (2310101162), Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Tazkia













