Transaksi Makin Mudah dengan QRIS, Mahasiswa KKN Tematik UNDIP Edukasi dan Digitalisasi UMKM & Warung di Desa Kembanglangit

Avatar photo
Screenshot 2025-02-19 115713
Muhammad Alfin Arrasyd, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, sedang memberikan pelatihan penggunaan QRIS kepada pelaku UMKM di Desa Kembanglangit, Batang.

BERITAKULIAH.COM, BATANGMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertugas di Desa Kembanglangit, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, menggelar program edukasi dan digitalisasi sistem pembayaran bagi pelaku UMKM dan pemilik warung. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat dengan memperkenalkan penggunaan QRIS sebagai metode transaksi yang lebih praktis dan efisien.

Program kerja ini dilakukan oleh Muhammad Alfin Arrasyd, mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam, Universitas Diponegoro, yang melihat masih banyaknya pelaku usaha di kawasan wisata Kembanglangit yang belum beralih ke sistem pembayaran digital.. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Mj Rizqon Hasani, S.Hum., M.I.Kom.

Desa Kembanglangit, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Batang, memiliki banyak UMKM dan warung yang berada di sekitaran kawasan wisata. Namun, banyak dari mereka masih mengandalkan transaksi tunai, yang terkadang menyulitkan pelanggan, terutama wisatawan dari luar daerah yang lebih terbiasa dengan pembayaran digital.

Transaksi Makin Mudah dengan QRIS, Mahasiswa KKN Tematik UNDIP Edukasi dan Digitalisasi UMKM & Warung di Desa Kembanglangit
Muhammad Alfin Arrasyd, mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Universitas Diponegoro, membimbing pelaku UMKM di Desa Kembanglangit untuk beralih ke sistem pembayaran digital QRIS, guna mendukung kemajuan ekonomi desa.

Melihat kondisi tersebut, Alfin (mahasiswa KKN) berinisiatif memberikan edukasi mengenai manfaat QRIS, cara penggunaannya, serta membantu para pelaku usaha dalam proses pendaftaran dan implementasi sistem tersebut.

“Kami ingin membantu UMKM dan warung-warung di Kembanglangit agar lebih modern dan bisa bersaing di era digital. Dengan QRIS, mereka bisa melayani pelanggan dengan lebih cepat dan praktis, tanpa harus repot menyediakan uang kembalian,” ujar Muhammad Alfin Arrasyd.

Program ini dilakukan dengan pendekatan langsung kepada para pelaku usaha, melalui sosialisasi door-to-door. Selain menjelaskan cara kerja QRIS, Alfin (mahasiswa KKN) juga membantu pendaftaran dan pemasangan kode QR bagi UMKM dan warung yang ingin mulai menggunakan sistem pembayaran digital.

Menurut Kepala Desa Kembanglangit, program ini sangat membantu masyarakat dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi. “Dengan adanya sistem pembayaran digital seperti QRIS, kami berharap UMKM dan warung-warung di Kembanglangit bisa semakin berkembang, menarik lebih banyak wisatawan, dan meningkatkan omzet mereka,” ujarnya.

Respon positif datang dari para pelaku usaha, yang kini lebih percaya diri dalam menghadapi perubahan pola transaksi di era digital.

Selain mendukung digitalisasi transaksi, Alfin (mahasiswa KKN) juga memberikan edukasi tentang keamanan transaksi digital serta pentingnya melek teknologi dalam industri 4.0.

Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM dan warung-warung di Desa Kembanglangit semakin maju dan mampu bersaing di era digital, menjadikan desa ini sebagai destinasi wisata yang lebih ramah bagi wisatawan modern.

Penulis : Muhammad Alfin Arrasyd
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) : Mj Rizqon Hasani, S.Hum., M.I.Kom.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com