Pelaku UMKM Desa Jati Makin Kekinian karena Mahasiswa KKN UNDIP Ajarkan Cara Pencatatan Keuangan Digital

Avatar photo
Pelaku UMKM Desa Jati Makin Kekinian karena Mahasiswa KKN UNDIP Ajarkan Cara Pencatatan Keuangan Digital
Mahasiswa Tim I KKN UNDIP 2025 Memberikan pedampingan dan simulasi praktis pencatatan keuangan di salah satu pelaku usaha warung kelontong Mbak Betty pada Rabu (29/01/2025).

JATENGKU.COM, SRAGEN – Pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu faktor utama dalam keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim I 2025, David Adar Hazael dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis di Desa Jati mengadakan “Pelatihan dan Pendampingan Pencatatan Keuangan untuk UMKM Desa” pada Rabu, 29 Januari 2025 di sekitar Dukuh Brontok, Desa Jati..

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menyasar para pelaku UMKM, seperti pemilik warung kelontong, pedagang makanan, serta pengrajin lokal. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran secara lebih rapi dan sistematis, dengan menggunakan aplikasi keuangan gratis seperti BukuWarung.

Menurut mahasiswa KKN, pencatatan keuangan yang baik akan membantu pelaku usaha memahami arus kas mereka, menghindari kerugian, serta mempermudah akses permodalan jika suatu saat ingin mengajukan pinjaman usaha. “Banyak UMKM yang masih mencatat keuangan secara manual atau bahkan tidak mencatat sama sekali. Dengan aplikasi ini, pencatatan bisa lebih mudah dan terstruktur,” jelas salah satu mahasiswa KKN yang bertindak sebagai pelaksana program.

Selama pelatihan, pelaku usaha satu per satu diajak untuk langsung mempraktikkan cara memasukkan transaksi ke dalam aplikasi, membuat laporan sederhana, serta memahami manfaat dari pencatatan yang rapi. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, terutama terkait fitur aplikasi yang paling sesuai untuk usaha mereka.

Salah satu peserta, Mbak Betty, pemilik warung kelontong, mengaku baru pertama kali menggunakan aplikasi keuangan dalam usahanya. “Biasanya saya cuma ingat-ingat sendiri atau catat di kertas. Ternyata pakai aplikasi lebih gampang dan bisa langsung tahu untung-ruginya,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, mahasiswa KKN telah membuat dan membagikan panduan sederhana (guide step-by-step) untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran dengan format gambar yang mudah dipahami oleh pelaku UMKM serta melakukan pendampingan selama beberapa minggu untuk memastikan peserta dapat menerapkan pencatatan keuangan secara konsisten. Harapannya, program ini dapat membantu pelaku UMKM di Desa Jati dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih baik, sehingga usaha mereka bisa berkembang lebih pesat dan berkelanjutan.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com