BERITAKULIAH.COM, WONOSOBO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) Tim I Tahun Ajaran 2024/2025 melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Ropoh, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat melalui digitalisasi pemasaran sebagai bagian dari tema KKN UNDIP, yaitu “Pemberdayaan Sumber Daya Lokal Melalui Mahasiswa KKN Guna Membantu Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan.”
Muhammad Rizqy Ismansyah, mahasiswa dari Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik, membawa program kerja terkait Sosialisasi UMKM Go Digital dan Pendampingan Pembuatan E-Commerce. Program ini bertujuan untuk membantu UMKM lokal dalam memasarkan produknya melalui platform digital seperti Shopee dan Instagram Bisnis. Sebanyak empat UMKM di Desa Ropoh mendapat pendampingan dalam program ini, yaitu Batik Tulis Kembang Silir, Rahmat Batik, Purowartani Coffee, dan Beras Sahabat.
Dalam pelaksanaannya, Rizqy melakukan sosialisasi dan pendampingan secara bertahap, yaitu pada 26 Januari 2025 untuk Beras Sahabat, 27 dan 28 Januari 2025 untuk Batik Tulis Kembang Silir, 30 Januari 2025 untuk Rahmat Batik, dan 2 Februari 2025 untuk Purowartani Coffee. Rizqy membantu Batik Tulis Kembang Silir dan Rahmat Batik dengan pembuatan logo, desain kemasan kotak, serta foto produk yang lebih menarik. Selain itu, kedua UMKM ini juga difasilitasi dalam pembuatan akun dan pemasaran produk mereka melalui E-Commerce Shopee. Produk Batik Tulis Kembang Silir kini dapat dibeli melalui Shopee di tautan berikut: https://shopee.co.id/batiktuliskembangsilir, sedangkan produk Rahmat Batik tersedia di Shopee melalui tautan ini: https://http://shopee.co.id/rahmatbatikropoh.

Sementara itu, Purowartani Coffee mendapatkan bantuan dalam desain kemasan serta pendampingan dalam pembuatan akun Instagram Bisnis untuk memperluas jangkauan pasar. Produk Purowartani Coffee kini dapat ditemukan di Instagram Bisnis melalui akun https://instagram.com/@purowartanicoffee. Adapun Beras Sahabat dibantu dalam pembuatan logo usaha dan desain kemasan agar lebih menarik dan bersaing di pasar digital.
Sekretaris Desa Ropoh, Bapak Deddy, menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai solusi bagi UMKM lokal yang sebelumnya hanya mampu memproduksi barang tetapi kesulitan dalam memasarkan produk mereka. “Para pelaku UMKM di desa ini memiliki keterbatasan dalam memahami pemasaran digital, sehingga mereka meminta bantuan kepada mahasiswa KKN untuk membantu menjualkan dan memasarkan produk secara online,” ujar Bapak Deddy saat kunjungan ke perangkat desa pada 13 Januari 2025.
Salah satu pemilik UMKM, Pak Surip dari Purowartani Coffee, mengungkapkan kepuasannya terhadap program ini. Menurutnya, pendampingan dari mahasiswa KKN sangat membantu dalam memperluas jangkauan pemasaran produknya ke pasar yang lebih luas melalui Instagram Bisnis. “Awalnya saya tidak tahu cara memasarkan produk lewat media sosial, tetapi setelah dibantu, sekarang saya lebih paham cara menggunakan Instagram Bisnis untuk menarik pelanggan,” kata Pak Surip.
Meski mendapat sambutan positif, program ini juga menghadapi tantangan, terutama dalam memastikan para pemilik UMKM memahami cara menggunakan platform E-Commerce dan melanjutkan promosi secara mandiri setelah program selesai. Pak Widodo, pemilik Batik Tulis Kembang Silir, mengakui bahwa awalnya ia kesulitan memahami sistem penjualan di Shopee. Namun, setelah mendapatkan pelatihan, ia merasa lebih percaya diri. “Sekarang saya tahu bahwa Shopee memudahkan pelanggan dari luar pulau atau kota untuk membeli produk saya tanpa harus repot berkomunikasi melalui WhatsApp dan mengurus pengiriman secara manual,” ungkap Pak Widodo.
Dengan adanya program ini, diharapkan UMKM di Desa Ropoh dapat semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar digital. Mahasiswa KKN UNDIP tidak hanya membantu dalam pembuatan akun dan pemasaran digital, tetapi juga memberikan sosialisasi mengenai pengertian distribusi digital, pentingnya kerja sama dengan jasa pengiriman seperti J&T dan JNE, serta pentingnya pencatatan dan pengemasan produk yang baik sebelum dikirim.
Program KKN ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat membawa dampak nyata dalam meningkatkan perekonomian desa. Diharapkan ke depannya, para pelaku UMKM dapat terus mengembangkan usaha mereka secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi digital yang telah diperkenalkan oleh mahasiswa KKN UNDIP.













