Cegah Banjir Sejak Dini, Mahasiswa Magang UPGRIS Ajarkan Siswa SDN Sambirejo 01 Memilah Sampah

Avatar photo
Cegah Banjir Sejak Dini, Mahasiswa Magang UPGRIS Ajarkan Siswa SDN Sambirejo 01 Memilah Sampah
Foto bersama yang mengabadikan momen kebersamaan 12 mahasiswa Magang Kependidikan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bersama para siswa di halaman SDN Sambirejo 01, Semarang (10/3/2026).

BERITAKULIAH.COM, SemarangMahasiswa Magang Kependidikan Universitas PGRI Semarang melaksanakan kegiatan Strategi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SDN Sambirejo 01 sebagai upaya menumbuhkan kesadaran siswa dalam memilah sampah guna mencegah terjadinya banjir.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (10/3) dengan melibatkan seluruh siswa, guru, dan dosen pembimbing lapangan. Mahasiswa memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dalam memilah sampah organik dan anorganik. Edukasi dilakukan melalui metode yang menarik, seperti penjelasan interaktif, permainan edukatif, serta praktik langsung memilah sampah.

Salah satu mahasiswa magang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kebiasaan baik sejak dini. “Melalui strategi SPAB, kami ingin siswa memahami bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat mengurangi risiko bencana, seperti banjir yang sering terjadi akibat saluran tersumbat,” ujarnya.

Guru pamong di SDN Sambirejo 01 turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan bahwa program yang dibawakan oleh mahasiswa magang Universitas PGRI Semarang sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran dan kondisi lingkungan sekolah saat ini, khususnya dalam membangun karakter peduli lingkungan pada siswa.

“Program SPAB ini sangat bagus karena tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mengajak siswa untuk langsung praktik. Anak-anak jadi lebih paham bagaimana cara memilah sampah dengan benar dan mengapa hal itu penting,” ujarnya.

Dosen pembimbing lapangan dari Universitas PGRI Semarang juga memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa pelaksanaan Strategi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang dilakukan mahasiswa sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran di lapangan.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya memahami teori di perkuliahan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara nyata di lingkungan sekolah. Ini menjadi bukti bahwa pembelajaran kontekstual sangat penting dalam membentuk kompetensi calon guru,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dapat melatih kemampuan dalam merancang pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan berdampak langsung bagi siswa. Selain itu, kegiatan SPAB dinilai sangat relevan dalam membangun kesadaran mitigasi bencana sejak usia dini.

Cegah Banjir Sejak Dini, Mahasiswa Magang UPGRIS Ajarkan Siswa SDN Sambirejo 01 Memilah Sampah

Selain penyampaian materi, siswa juga diajak untuk langsung mempraktikkan pemilahan sampah di lingkungan sekolah. Tempat sampah disediakan oleh mahasiswa kemudian dilukis sebagai bentuk kreatifitas anak- anak dalam melukis. Tempat sampah dilukis dan dilabeli organik dan anorganik digunakan sebagai media pembelajaran agar siswa lebih mudah memahami perbedaannya.

“Aku seneng ikut kegiatan ini, soalnya jadi tahu cara bedain sampah organik sama anorganik. Tadi juga seru karena langsung praktik dan melukis tempat sampahnya sehingga kami bisa berinovasi, jadi gampang paham. Sekarang aku jadi pengen biasain pilah sampah, nggak cuma di sekolah tapi juga di rumah,” ujar salah satu siswa.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran lingkungan siswa. Guru-guru berharap kebiasaan memilah sampah ini dapat terus diterapkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah.

Cegah Banjir Sejak Dini, Mahasiswa Magang UPGRIS Ajarkan Siswa SDN Sambirejo 01 Memilah Sampah

Sebagai bentuk tindak lanjut, mahasiswa magang juga memberikan contoh pengelolaan sampah sederhana yang dapat diterapkan siswa di kehidupan sehari-hari, seperti memanfaatkan sampah organik menjadi kompos dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi mampu membentuk budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa magang UPGRIS berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi yang peduli lingkungan serta mampu berperan aktif dalam pencegahan bencana sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa untuk memahami keterkaitan antara perilaku sehari-hari dengan dampak lingkungan di sekitarnya.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com