Mahasiswa KKN Kelompok 30 UPGRIS Tuntaskan Program Pendampingan TPQ di RT 02 RW 06 Pedurungan Tengah, Akhiri Kegiatan dengan Sesi Edukatif dan Perpisahan

Avatar photo
WhatsApp-Image-2026-02-28-at-23.16.46

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 30 Universitas PGRI Semarang menuntaskan program pendampingan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di wilayah Pedurungan Tengah pada Sabtu (28/2/2026). Kegiatan yang telah berlangsung rutin setiap hari Sabtu tersebut berakhir dengan sesi pendampingan sekaligus perpisahan bersama para santri dan pengurus TPQ.

Program pendampingan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Sebelum memasuki bulan Ramadan, kegiatan TPQ berlangsung setiap Sabtu pukul 16.00 WIB. Namun, selama bulan Ramadan, jadwal disesuaikan menjadi pukul 13.00–14.00 WIB agar tidak berbenturan dengan persiapan ibadah sore dan kegiatan menjelang berbuka puasa.

Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada pengajaran membaca Al-Qur’an, tetapi juga mencakup penyampaian materi keagamaan yang dikemas secara menarik dan menyenangkan. Mahasiswa menghadirkan kisah-kisah nabi, materi tentang puasa, serta permainan edukatif bertema Islam untuk meningkatkan antusiasme belajar anak-anak.

Mahasiswa KKN Kelompok 30 UPGRIS Tuntaskan Program Pendampingan TPQ di RT 02 RW 06 Pedurungan Tengah, Akhiri Kegiatan dengan Sesi Edukatif dan PerpisahanKetua pengurus TPQ, Bapak Munawir, menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa KKN memberikan warna baru dalam proses pembelajaran. Ia menilai metode yang diterapkan mahasiswa mampu membangun semangat belajar para santri.

Alhamdulillah, anak-anak terlihat lebih bersemangat setiap Sabtu. Tidak hanya belajar mengaji, mereka juga mendapatkan tambahan wawasan tentang kisah nabi dan makna puasa dengan cara yang menyenangkan. Kami merasa sangat terbantu,” ujar Bapak Munawir saat ditemui usai kegiatan perpisahan.

Senada dengan itu, Ibu Tatik selaku pengurus TPQ mengungkapkan rasa terima kasih atas dedikasi mahasiswa selama masa pendampingan. Menurutnya, pendekatan yang dilakukan mahasiswa membuat anak-anak lebih mudah memahami materi.

Metodenya kreatif, ada permainan yang tetap mengandung unsur pembelajaran. Anak-anak jadi tidak cepat bosan. Kami berharap kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut di masa mendatang,” tutur Ibu Tatik.

Selama pelaksanaan program, mahasiswa membagi peran sesuai kebutuhan. Sebagian mendampingi santri dalam membaca Al-Qur’an dan memperbaiki tajwid, sementara yang lain menyampaikan materi tambahan seperti kisah keteladanan para nabi. Dalam menyampaikan materi puasa, mahasiswa mengajak anak-anak bermain kuis interaktif dan permainan kelompok yang berisi pertanyaan seputar rukun Islam, adab berpuasa, serta nilai-nilai kejujuran dan kesabaran.

Salah satu mahasiswa KKN Kelompok 30 menjelaskan bahwa pendekatan belajar sambil bermain dipilih agar materi lebih mudah diterima anak-anak.

Kami ingin suasana TPQ tetap menyenangkan tanpa mengurangi esensi pembelajaran. Melalui permainan edukatif, anak-anak bisa memahami materi agama dengan lebih ringan dan interaktif,” ujarnya.

Kegiatan pada Sabtu (28/2/2026) menjadi momen terakhir pendampingan. Suasana haru terasa ketika mahasiswa dan santri saling menyampaikan pesan dan kesan. Anak-anak terlihat antusias sekaligus sedih saat mengetahui bahwa pertemuan tersebut menjadi pendampingan terakhir.

Acara ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai bentuk kenang-kenangan. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan pendampingan yang telah berjalan konsisten setiap pekan.

Secara keseluruhan, program ini bertujuan untuk mendukung pendidikan keagamaan anak-anak di Pedurungan Tengah sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk karakter religius generasi muda. Meski masa pendampingan telah usai, harapan besar tetap tersemat agar ilmu yang telah dibagikan dapat terus memberi manfaat bagi para santri serta menjadi kenangan berharga bagi seluruh pihak yang terlibat.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com