Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program kerja bertajuk Pembuatan Smart Owl House sebagai upaya inovatif dalam membantu pengendalian hama tikus di area persawahan Desa Mutihan. Program ini memanfaatkan teknologi embedded system dan Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efektivitas rumah burung hantu sebagai pengendali hama alami.
Program kerja ini dilaksanakan oleh Tian Putra Perdana, mahasiswa Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Komputer, Universitas Diponegoro, sebagai respons atas keterbatasan data mengenai keberadaan, aktivitas, dan populasi burung hantu di wilayah persawahan Desa Mutihan. Kondisi tersebut selama ini menyebabkan efektivitas rumah burung hantu sulit dievaluasi secara berkelanjutan.
“Selama ini rumah burung hantu sudah ada, namun belum diketahui secara pasti tingkat pemanfaatannya. Melalui Smart Owl House, kami mencoba menghadirkan sistem monitoring sederhana agar data keberadaan burung hantu dapat diamati secara lebih terukur,” jelas Tian Putra Perdana, mahasiswa KKN UNDIP.
Smart Owl House dirancang dengan mengintegrasikan sensor cerdas yang mampu memantau aktivitas burung hantu pada rumah burung. Data yang diperoleh kemudian ditampilkan melalui sistem monitoring sederhana, baik secara lokal maupun berbasis cloud, sehingga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi petani dan perangkat desa.
Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi dan penggalian informasi bersama narasumber, yaitu Pak Kiswantara selaku Kepala Desa Mutihan, dilanjutkan dengan proses perancangan sistem, implementasi perangkat embedded, serta pengujian sensor langsung di lapangan.
“Kami menyambut baik inovasi ini karena sejalan dengan upaya desa dalam mengurangi penggunaan racun tikus dan menjaga keseimbangan ekosistem pertanian,” ungkap Pak Kiswantara, Kepala Desa Mutihan.
Program ini menyasar petani sawah, kelompok tani, serta perangkat Desa Mutihan sebagai kelompok sasaran utama. Dengan adanya sistem monitoring ini, diharapkan petani dapat memperoleh gambaran awal mengenai efektivitas rumah burung hantu dalam mengendalikan hama tikus secara alami dan ramah lingkungan.
Selain membantu pengendalian hama, Smart Owl House juga diharapkan menjadi sarana edukasi mengenai pemanfaatan teknologi tepat guna di sektor pertanian desa.
“Dengan teknologi yang sederhana namun aplikatif, kami berharap inovasi ini dapat berkelanjutan dan dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat desa,” tambah Tian Putra Perdana.














