KLATEN, DESA JABUNG – Permasalahan lingkungan seperti genangan air dan pengelolaan sampah organik rumah tangga masih menjadi tantangan di banyak wilayah pedesaan. Kurangnya sistem resapan air yang optimal dapat meningkatkan risiko genangan, sementara sampah organik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Salah satu solusi sederhana dan ramah lingkungan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan lubang biopori, yang berfungsi meningkatkan daya resap tanah sekaligus mendukung proses pengomposan alami.
Sebagai bentuk kontribusi terhadap peningkatan kualitas lingkungan, pada tanggal 4 Februari 2026, Faris Anfasa Manaf , mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, program studi Teknik Sipil dan Arsitektur, melaksanakan kegiatan pemasangan lubang biopori di Desa Jabung, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja yang berfokus pada optimalisasi sistem resapan air dan pengelolaan sampah organik rumah tangga. Pelaksanaan program melibatkan perangkat desa serta partisipasi aktif masyarakat setempat sebagai wujud kolaborasi antara mahasiswa dan warga dalam menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi sosialisasi mengenai konsep, fungsi, dan manfaat lubang biopori terhadap pengurangan genangan air, peningkatan daya resap tanah, serta pengolahan sampah organik menjadi kompos. Selanjutnya, Faris melakukan praktik langsung pembuatan lubang biopori menggunakan alat bor khusus pada beberapa titik strategis, seperti pekarangan rumah warga. Lubang yang telah dibuat kemudian diisi dengan pipa paralon yang sudah di lubangi pada setiap sisi dan sudah dilengkapi dengan tutup yang dapat dibuka tutup untuk jalur keluar masuk kompos nantinya.
Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Partisipasi warga dalam proses pembuatan lubang biopori menunjukkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang ramah dan berkelanjutan. Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Jabung mampu mengimplementasikan pembuatan lubang biopori secara mandiri sebagai solusi sederhana namun efektif dalam mengatasi permasalahan lingkungan, khususnya terkait resapan air dan pengelolaan sampah organik. Kegiatan ini mencerminkan kontribusi nyata Faris sebagai mahasiswa dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna bagi masyarakat.













