BERITAKULIAH.COM, Dukuh Kayen Lor — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan kepada masyarakat melalui kegiatan posyandu di beberapa wilayah desa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan penyakit tidak menular, status gizi, serta pentingnya penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan edukasi kesehatan ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda. Pada Sabtu, 1 Februari 2026, mahasiswa KKN Tematik UNDIP mengikuti kegiatan posyandu di Dukuh Kayen Lor dengan menyampaikan materi mengenai Indeks Massa Tubuh (IMT) sebagai indikator status gizi masyarakat serta edukasi terkait stunting yang mencakup penyebab, dampak, dan upaya pencegahannya. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat umum, khususnya ibu balita, ibu hamil, serta kader posyandu.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai cara menghitung IMT dan klasifikasi status gizi, mulai dari kekurangan berat badan hingga obesitas. Edukasi ini bertujuan agar masyarakat dapat mengenali kondisi status gizinya masing-masing dan memahami kaitannya dengan risiko penyakit. Selain itu, materi stunting disampaikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini, pola asuh yang tepat, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin guna mencegah terjadinya stunting.

Selanjutnya, pada Rabu, 5 Februari 2026, mahasiswa KKN Tematik UNDIP kembali melaksanakan edukasi kesehatan melalui kegiatan posyandu di Dukuh Jembangan. Pada kegiatan ini, mahasiswa menyampaikan materi mengenai hipertensi serta pencegahan dan penanganan diabetes melitus kepada masyarakat, khususnya kelompok dewasa dan lanjut usia.
Materi hipertensi yang disampaikan meliputi pengertian, faktor risiko seperti pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, stres, serta kebiasaan merokok. Mahasiswa juga menekankan pentingnya penerapan pola hidup sehat, pemeriksaan tekanan darah secara rutin, dan pengelolaan gaya hidup sebagai upaya pencegahan hipertensi. Selain itu, edukasi mengenai diabetes melitus mencakup faktor risiko, tanda dan gejala, serta upaya pencegahan melalui pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan pemeriksaan kadar gula darah secara berkala.
Selama kegiatan berlangsung di kedua lokasi, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi. Peserta aktif menyimak materi, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi terkait permasalahan kesehatan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan posyandu dinilai sebagai sarana yang efektif untuk menyampaikan edukasi kesehatan secara langsung dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Melalui rangkaian kegiatan edukasi kesehatan ini, diharapkan masyarakat di Dukuh Kayen Lor dan Dukuh Jembangan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga status gizi, mencegah penyakit tidak menular, serta menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan. Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro dalam mendukung upaya promotif dan preventif guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat desa.













