Sinergi Kreatif KKN UPGRIS Kelompok 32, Hidupkan Seni Ecoprint Ramah Lingkungan Bersama Karang Taruna RT 01 RW 05 Kelurahan Penggaron Kidul

Avatar photo
Sinergi Kreatif KKN UPGRIS Kelompok 32, Hidupkan Seni Ecoprint Ramah Lingkungan Bersama Karang Taruna RT 01 RW 05 Kelurahan Penggaron Kidul

BERITAKULIAH.COM, SemarangMahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 menginisiasi kolaborasi lingkungan yang inspiratif bersama pemuda Karang Taruna RT 01 RW 05 Kelurahan Penggaron Kidul melalui pelatihan pembuatan ecoprint, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan seni kreatif bernilai ekonomi tinggi namun tetap menjaga kelestarian alam.

Ecoprint merupakan teknik cetak kain inovatif yang memindahkan pigmen warna serta bentuk alami dari berbagai bagian tumbuhan seperti daun, bunga, atau batang ke atas media kain dalam hal ini tas kanvas melalui metode kontak langsung. Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 secara sistematis mengarahkan setiap tahapan proses agar para peserta memahami filosofi di balik teknik ini, di mana keindahan alam diabadikan secara organik tanpa melibatkan zat kimia berbahaya yang dapat merusak ekosistem lingkungan sekitar Kelurahan Penggaron Kidul.

Sebagai fondasi utama dalam menghasilkan karya yang berkualitas, pelatihan ini dimulai dengan tahap pengerjaan media yang sangat krusial, yakni proses treatment pada tas kanvas sebelum motif diaplikasikan. Langkah pertama yang dilakukan adalah scouring atau pencucian, yang bertujuan untuk membersihkan serat kain dari residu pabrik seperti zat lilin, kanji, minyak, dan kotoran lainnya agar pigmen warna nantinya dapat terserap dengan sempurna.

Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 mendemonstrasikan proses scouring ini menggunakan larutan Turkish Red Oil (TRO) dengan formula presisi, yakni perbandingan 10 liter air dengan 20 gram TRO atau deterjen, di mana tas kanvas direndam sepenuhnya sebelum kemudian dijemur hingga kering di bawah sinar matahari. Ketelitian pada tahap awal ini sangat ditekankan kepada anggota Karang Taruna karena kebersihan serat kain menjadi penentu utama apakah warna alami dari tumbuhan akan melekat secara permanen atau justru luntur seiring berjalannya waktu.

Setelah media dipastikan bersih, proses berlanjut ke tahap kedua yang tidak kalah pentingnya, yaitu mordanting, sebuah teknik kimiawi alami untuk meningkatkan daya tarik zat warna terhadap kain serta memastikan ketajaman dan kerataan warna yang optimal.

Sinergi Kreatif KKN UPGRIS Kelompok 32, Hidupkan Seni Ecoprint Ramah Lingkungan Bersama Karang Taruna RT 01 RW 05 Kelurahan Penggaron Kidul

Dalam sesi ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 menggunakan campuran 20 gram soda ash dan 90 gram tawas yang dilarutkan ke dalam 3 liter air mendidih untuk merebus tas kanvas selama kurang lebih 30 menit. Proses ini dilanjutkan dengan mendiamkan tas tersebut semalaman agar larutan meresap hingga ke dalam serat terdalam, sebelum akhirnya dijemur kembali hingga benar-benar siap digunakan sebagai tas kanvas seni ecoprint.

Pengetahuan teknis mengenai reaksi antara tawas dan serat kain ini diberikan secara mendalam kepada para pemuda RT 01 RW 05 agar mereka memiliki standar keahlian yang mumpuni dalam memproduksi kerajinan tangan yang kompetitif di pasar kreatif.

Dalam dunia ecoprint, terdapat dua teknik utama yang lazim digunakan, yaitu teknik steaming (pengukusan) dan teknik pounding (pemukulan), namun pada pelatihan kali ini, Kelompok 32 KKN UPGRIS memilih untuk mempraktikkan teknik pounding.

Teknik ini dipilih karena sifatnya yang lebih sederhana namun mampu menghasilkan efek artistik yang unik, di mana peserta cukup meletakkan daun di atas tas, melapisinya dengan plastik sebagai pelindung, kemudian memukulnya secara konsisten hingga pigmen warna daun keluar dan membentuk pola yang indah pada tas.

Setiap peserta dari Karang Taruna terlihat sangat antusias saat memukul lembaran daun dan bunga pilihan mereka, mengamati bagaimana bentuk fisik tumbuhan tersebut perlahan berpindah menjadi motif permanen yang cantik. Keberhasilan teknik pounding ini sangat bergantung pada kekuatan dan kestabilan pukulan, sebuah keterampilan motorik yang diajarkan langsung oleh para mahasiswa melalui pendampingan satu per satu kepada para peserta di lokasi kegiatan.

Proses pengerjaan tidak berhenti pada pencetakan motif saja, melainkan berlanjut pada tahap perawatan jangka panjang yang melibatkan proses fiksasi untuk mengunci warna yang telah dihasilkan. Setelah motif daun dan bunga tercetak sempurna, tas ecoprint tersebut harus melalui masa pengeringan selama kurang lebih satu minggu agar pigmen warna stabil sebelum akhirnya dilakukan fiksasi menggunakan larutan khusus.

Mahasiswa menjelaskan bahwa terdapat dua pilihan hasil akhir dalam fiksasi: penggunaan larutan tawas untuk mendapatkan hasil warna yang lebih terang dan cerah, atau penggunaan larutan tunjung jika peserta menginginkan hasil warna yang lebih gelap dan memberikan kesan klasik atau vintage.

Penjelasan mengenai diferensiasi warna ini membuka wawasan baru bagi Karang Taruna RT 01 RW 05 bahwa satu jenis daun yang sama dapat menghasilkan nuansa estetika yang berbeda-beda tergantung pada larutan pengunci yang digunakan pada tahap akhir produksi.

Selama kegiatan pelatihan berlangsung, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 32 menunjukkan profesionalisme dengan memberikan contoh praktik secara komprehensif terlebih dahulu sebelum membiarkan anggota Karang Taruna mencoba sendiri.

Pendekatan edukasi ini terbukti efektif, karena setelah para pemuda merasa paham dengan alur kerja yang sistematis, mereka langsung beraksi melakukan praktik pembuatan ecoprint dengan bimbingan dan pendampingan yang intensif dari mahasiswa. Suasana kolaboratif sangat terasa di Kelurahan Penggaron Kidul, di mana terjadi pertukaran ide mengenai desain motif dan pemilihan jenis daun dan bunga yang memiliki kandungan pigmen warna paling kuat.

Mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mitra diskusi yang membersamai setiap langkah Karang Taruna, memastikan bahwa setiap tas yang diproduksi memiliki standar estetika yang tinggi dan layak untuk dibanggakan sebagai produk lokal unggulan.

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari respon positif dan dukungan penuh dari tokoh pemuda setempat, khususnya Farhan Hadi selaku Ketua Karang Taruna RT 01 RW 05 Kelurahan Penggaron Kidul. Dalam sesi wawancara setelah kegiatan berakhir, Farhan mengungkapkan rasa senangnya atas kehadiran mahasiswa KKN UPGRIS yang telah membawa ilmu baru yang sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Beliau menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan kesan yang sangat positif bagi anggota Karang Taruna, karena kegiatan yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga aplikatif. Tanggapan hangat ini menjadi bukti bahwa kehadiran KKN UPGRIS Kelompok 32 mampu diterima dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan sumber daya manusia di tingkat Rukun Tetangga melalui pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Farhan Hadi juga menyampaikan pesan khusus yang penuh semangat kepada seluruh anggota KKN UPGRIS Kelompok 32 agar tetap terus berproses dan mempertahankan semangat dalam mengabdi kepada masyarakat.

Beliau berharap agar jalinan silaturahmi ini tidak berhenti hanya pada pelatihan ecoprint saja, melainkan dapat terus berlanjut dalam berbagai program kerja lainnya yang bermanfaat bagi warga Kelurahan Penggaron Kidul. “Kami dari Karang Taruna RT 01 RW 05 siap untuk selalu dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan positif lainnya bersama rekan-rekan mahasiswa KKN UPGRIS,” Dengan nada optimis, Farhan menutup pernyataannya dengan tegas.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com