Mempererat Ukhuwah, Meneguhkan Kedaulatan: Alumni Miftahul Huda Angkatan 9 (ANGKASA) Gelar Tepson & Family Gathering

Avatar photo
Mempererat Ukhuwah, Meneguhkan Kedaulatan: Alumni Miftahul Huda Angkatan 9 (ANGKASA) Gelar Tepson & Family Gathering

BERITAKULIAH.COM, TASIKMALAYA – Momentum kerinduan dan penguatan visi perjuangan terpancar jelas dalam acara Tepson (Tepang Sono) & Family Gathering yang digelar oleh alumni Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Angkatan ke-9 di Wahana Alam Parung Tasikmalaya. Angkatan yang akrab disapa dengan nama ANGKASA (Angkatan Ka Salapan) ini mengusung tema besar: “Pentingnya Kesadaran Diri dalam Kepemimpinan yang Berdaulat.”

Acara ini menjadi sangat istimewa dengan kehadiran dua sosok guru bangsa sekaligus pimpinan pusat Pondok Pesantren Miftahul Huda, yakni Eyang KH. Asep Maosul Affandy dan Abah KH. Abdul Aziz Affandy.

Mempererat Ukhuwah, Meneguhkan Kedaulatan: Alumni Miftahul Huda Angkatan 9 (ANGKASA) Gelar Tepson & Family Gathering

Pesan Eyang: Kekuatan Jamaah dan Melawan Kebodohan

Dalam tausiyahnya, Eyang KH. Asep Maosul Affandy memberikan penekanan khusus pada keberlanjutan cita-cita pesantren. Beliau menyampaikan empat poin krusial bagi seluruh alumni:

1. Sinergi Tri Program Pesantren: Beliau menegaskan bahwa Tri Program (Muttaqin, Imamal Muttaqin, dan Ulama’ul ‘Amilin) tidak akan bisa tegak tanpa adanya kekuatan. “Kekuatan kita ada pada jamaah. Kekompakan angkatan secara otomatis membantu tegaknya program tersebut,” tegas beliau.

2. Musuh Terbesar Umat: Eyang mengingatkan bahwa musuh nyata umat Islam bukanlah faktor eksternal semata, melainkan kebodohan terhadap ajaran agamanya sendiri.

3. Melek Organisasi: Alumni tidak hanya dituntut menguasai kitab, tetapi juga penting memahami organisasi sebagai alat perjuangan.

4. Totalitas Kepemimpinan: Beliau berpesan agar para alumni jangan setengah hati ketika memilih jalan menjadi kiai atau pemimpin di masyarakat.

Mempererat Ukhuwah, Meneguhkan Kedaulatan: Alumni Miftahul Huda Angkatan 9 (ANGKASA) Gelar Tepson & Family Gathering

Kehadiran “Ajo-Ajo” dan Simbol Kedaulatan

Suasana hangat menyelimuti lokasi acara saat Eyang dan Abah menyampaikan rasa bahagia mereka. Kebahagiaan tersebut lahir melihat kekompakan para alumni yang hadir memboyong keluarga, termasuk para Ajo-Ajo (Asisten Bojo/Istri) yang setia menemani istri-istri mereka hadir.

Kehadiran keluarga besar ini dinilai sebagai bukti nyata sikap “Berdaulat” kepada Miftahul Huda—sebuah loyalitas yang melampaui sekadar hubungan guru dan murid, namun sudah menjadi ikatan batin yang kuat.

“Berbahagialah kalau hari ini pemerintah hadir untuk pesantren. Maka dari itu, janganlah lemah untuk terus melakukan pengembangan pondok pesantren,” pesan Abah KH. Abdul Aziz Affandy memotivasi para alumni.

Kesadaran Diri dalam Memimpin

Sesuai dengan tema yang diusung, acara ini menjadi ajang refleksi bagi seluruh anggota ANGKASA. Bahwa kepemimpinan yang berdaulat dimulai dari kesadaran diri—sadar akan tugasnya sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan sadar akan tanggung jawabnya menjaga marwah almamater.

Dengan terlaksananya Family Gathering ini, ANGKASA membuktikan bahwa meskipun raga telah lulus dari pesantren, semangat perjuangan Miftahul Huda tetap mengalir deras dalam darah setiap alumninya.

Penulis: Ustadz Ruston Nawawi S.Pd.I

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com