BERITAKULIAH.COM, Malang — Pendidikan tinggi berperan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan, dan karakter yang dibutuhkan dalam dunia kerja dan masyarakat. Pencapaian tujuan pendidikan tinggi tidak hanya bergantung pada kurikulum yang dirancang secara sistematis dan kualitas dosen sebagai fasilitator pembelajaran, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung yang berkaitan langsung dengan proses belajar mahasiswa. Faktor-faktor tersebut menentukan bagaimana mahasiswa berinteraksi dengan materi pembelajaran, mengelola waktu belajar, serta mengembangkan potensi akademiknya secara optimal.
Peran Lingkungan Teman Sebaya dalam Meningkatkan Prestasi dan Motivasi Belajar Mahasiswa
Lingkungan teman sebaya merupakan bagian penting dalam kehidupan mahasiswa. Mahasiswa cenderung menghabiskan banyak waktu bersama teman sebayanya, baik dalam kegiatan akademik maupun non-akademik, sehingga lingkungan tersebut menjadi faktor eksternal yang berpengaruh terhadap motivasi dan prestasi belajar. Teman sebaya juga berfungsi sebagai media perbandingan sosial. Mahasiswa cenderung membandingkan kemampuan, prestasi, dan strategi belajar mereka dengan teman-teman sebayanya. Ketika mahasiswa melihat teman sebayanya mampu mencapai prestasi yang baik, hal tersebut dapat memunculkan motivasi untuk meningkatkan usaha belajar agar tidak tertinggal, sekaligus mendorong munculnya perilaku belajar yang lebih positif (Santrock, 2011).
Lingkungan sosial berfungsi sebagai sumber dukungan psikologis yang membantu mahasiswa dalam menghadapi berbagai tuntutan akademik, baik yang bersifat akademik maupun emosional. Salah satu bentuk lingkungan sosial yang berpengaruh adalah dukungan sosial teman sebaya. Dukungan sosial teman sebaya mencakup perhatian, empati, serta bantuan emosional yang diberikan antar mahasiswa dalam interaksi sehari-hari. Dukungan ini dapat membantu mahasiswa mengurangi tekanan dan stres akademik, meningkatkan rasa percaya diri, serta mendorong mahasiswa untuk tetap bertahan dan berupaya mencapai tujuan akademik (Sarafino & Smith, 2011; Novitasari & Pratama, 2022).
Pengaruh Lingkungan Teman Sebaya Terhadap Prestasi Belajar dan Motivasi Akademik Mahasiswa
Interaksi teman yang positif mampu memengaruhi prestasi belajar, efikasi diri, kondisi emosional, dan kemampuan sosial individu. Dukungan emosional yang diperoleh dari teman sebaya membantu mahasiswa mengurangi stres, kecemasan, dan tekanan akademik yang sering muncul selama proses perkuliahan. Kondisi emosional yang stabil ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan mahasiswa dalam berkonsentrasi, memahami materi, dan menyelesaikan tugas akademik. Dukungan teman sebaya berdampak pada aspek akademik, melalui studi kelompok dan diskusi akademik juga berkontribusi terhadap peningkatan rasa percaya diri mahasiswa. Ketika mahasiswa merasa mampu mengikuti diskusi, memberikan pendapat, dan memahami materi dengan bantuan teman sebaya, keyakinan terhadap kemampuan akademiknya akan meningkat.
Upaya Meningkatkan Lingkungan Teman Sebaya Terhadap Prestasi Belajar dan Motivasi Akademik Mahasiswa
Dukungan emosional memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa menghadapi berbagai tekanan yang muncul selama proses perkuliahan. Tekanan akademik tersebut dapat berupa tuntutan tugas, beban ujian, persaingan prestasi, maupun ekspektasi akademik yang tinggi. Dukungan emosional berfungsi sebagai penenang psikologis bagi mahasiswa ketika mereka berada dalam kondisi stres atau cemas akibat tuntutan akademik. Kehadiran teman sebaya yang bersedia mendengarkan keluh kesah, memahami perasaan, serta memberikan respon yang penuh empati dapat menciptakan rasa aman dan nyaman secara emosional. Kondisi ini membantu mahasiswa mengelola emosi negatif, seperti kecemasan, frustrasi, dan kelelahan mental, sehingga tidak berkembang menjadi stres akademik yang berlebihan. Bentuk dukungan emosional seperti pemberian semangat, kata-kata motivasi, dan perhatian yang tulus dapat meningkatkan perasaan dihargai dan diterima dalam lingkungan sosial. Mahasiswa yang memperoleh dukungan emosional biasanya menunjukkan rasa percaya diri yang kuat dan sikap positif terhadap proses belajar
Lingkungan teman sebaya memegang peranan penting dalam meningkatkan prestasi belajar dan motivasi akademik mahasiswa di perguruan tinggi. Hubungan yang intens dan positif dengan teman sebaya menyediakan dukungan emosional, informasi, dan bantuan praktis yang membantu mahasiswa menghadapi berbagai tuntutan akademik dengan lebih efektif. Dukungan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman materi, pengelolaan stres akademik, serta pembentukan konsep diri dan efikasi diri yang positif.

Penulis: Dwi Murniati (202510170110040)
Mahasiswa S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang













