Perubahan Cara Belajar Mahasiswa Terhadap Pemanfaatan Teknologi di Era Modern

Avatar photo
Perubahan Cara Belajar Mahasiswa Terhadap Pemanfaatan Teknologi di Era Modern
Ilustrasi mahasiswa yang memanfaatkan integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam proses pembelajaran modern.

BERITAKULIAH.COM, Malang — Teknologi seperti Ai dan IoT telah membentuk kehidupan modern dengan meningkatkan fleksibilitas pembelajaran, meskipun menimbulkan kesenjangan digital (Nurfadilah et al., 2025). Perkembangan membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengakses materi dan mengikuti pembelajaran secara lebih bebas tanpa terikat ruang dan waktu. Sebagian mahasiswa masih menghadapi keterbatasan perangkat maupun jaringan internet. Meskipun teknologi menghadirkan banyak kemudahan, tantangan terkait pemerataan akses dan kesiapan digital tetap menjadi isu pada sistem pembelajaran di zaman sekarang.

Pemanfaatan media digital seperti platform e-learning meningkatkan kesuksesan pembelajaran dengan fleksibilitas akses dan interaksi real-time, meskipun memerlukan literasi digital yang kuat (Deary et al., 2025). Mahasiswa dituntut untuk mampu memahami dan mengoperasikan berbagai fitur digital agar dapat benar-benar merasakan manfaatnya. Tanpa kemampuan tersebut, teknologi yang seharusnya membantu justru bisa menjadi kendala. Kesiapan mahasiswa dalam menguasai teknologi menjadi aspek penting dalam proses belajar di era modern.

Selain memberi kemudahan, teknologi juga memengaruhi cara mahasiswa mengembangkan keterampilan akademik maupun non-akademik. Teknologi membantu manusia merancang serta mempermudah pelaksanaan berbagai aktivitas, termasuk di bidang pendidikan, di mana teknologi dimanfaatkan melalui perangkat, system, dan pendekatan berbasis teknologi guna memperluas wawasan belajar, meningkatkan kemahiran dalam menggunakan media elektronik, serta mengasah kompetensi modern yang relevan dengan tuntunan zaman pada peserta didik (Mahmudah et al., 2023). Tuntutan keterampilan yang semakin kompleks, mahasiswa perlu mampu beradaptasi agar pemanfaatan teknologi benar-benar dapat mendukung proses pembelajaran dan persiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia modern.

Perubahan Pola Belajar Mahasiswa di Era Modern

Transformasi teknologi berbasis digital menyebabkan pergeseran pola belajar mahasiswa. Teknologi mengubah pola belajar mahasiswa melalui akses informasi instan dan pemrosesan digital, yang meningkatkan efisiensi tapi menimbulkan tantangan manajemen waktu (Tita, G. A, 2025). Mahasiswa kini dapat mencari informasi lebih cepat, akan tetapi perlu kemampuan mengatur waktu agar tidak terjebak pada pola belajar yang serba instan tanpa pendalaman materi. Kemudahan tersebut juga membuat mahasiswa lebih bergantung pada perangkat digital sebagai sumber utama pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan memilah informasi agar proses belajar tetap terarah dan berkualitas.

Mahasiswa Generasi Z menunjukkan perubahan pola belajar melalui komunikasi digital yang interaktif, meningkatkan keterlibatan tapi rentan terhadap informasi palsu (Seno et al., 2025). Hal tersebut menuntut mahasiswa untuk lebih kritis dalam mengevaluasi informasi yang mahasiswa akses. Selain itu, teknologi telah menggeser pola belajar dari yang semula konvensional menjadi lebih mandiri melalui platform daring. Teknologi menggeser pola belajar konvensional ke mandiri via platform daring, berbasis teori konstruktivisme sosial Vygotsky (Febrianasari et al., 2024). Perubahan tersebut mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam membangun pengetahuan melalui eksplorasi mandiri dan interaksi digital. Mahasiswa juga dituntut mampu menyesuaikan diri dengan berbagai sumber belajar online yang menuntut kemandirian dan inisiatif yang lebih besar dibandingkan pembelajaran tradisional.

Dampak Perubahan Cara Belajar Mahasiswa di Era Modern

Pemanfaatan teknologi digital berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas belajar mahasiswa, mendukung fleksibilitas dan efisiensi (Salsabila, 2025). Mahasiswa dapat mengatur waktu belajar secara lebih fleksibel, memilih materi yang sesuai kebutuhan, serta memanfaatkan berbagai sumber belajar digital dengan lebih cepat. Efisiensi tersebut membuat mahasiswa dapat menyelesaikan tugas lebih tepat waktu dan memaksimalkan proses pencarian informasi tanpa bergantung pada metode pembelajaran tradisional.

Selain meningkatkan produktivitas, perubahan cara belajar berbasis teknologi juga berpengaruh terhadap kualitas keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Platform digital mendorong partisipasi aktif mahasiswa, meningkatkan keterampilan kritis dan hasil belajar melalui diskusi online (Sari et al., 2025). Diskusi berbasis daring memungkinkan mahasiswa mengekspresikan pendapat secara lebih terbuka, memberikan argumen secara terstruktur, serta belajar dari interaksi dengan teman sebaya. Hal tersebut tidak hanya berperan dalam peningkatan kemampuan berpikir kritis, tetapi juga memperkuat kolaborasi dan pemahaman materi secara mendalam.

Meskipun teknologi memberikan berbagai keuntungan, perubahan cara belajar di era modern juga menimbulkan tantangan. Terdapat mahasiswa sebanyak 32% mengalami terganggunya fokus dan berkonsentrasi selama proses pembelajaran jarak jauh yang dipengaruhi oleh kondisi lngkungan sekitar yang ramai dan kurang mendukung, rendahnya dorongan internal untuk mengikuti proses pembelajaran, serta mudahnya terganggunya fokus menjadi tantangan dalam metode pembelajaran jarak jauh. Hal tersebut menuntun adanya pendekatan perkuliahan daring yang mampu membuahkan hasil maksimal, misalnya dengan menciptakan lingkungan belajar yang nyaman agar fokus mahasiswa tetap terjaga selama proses pembelajaran (Alkhoir et al., 2024). Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kesuksesan studi berbasis digital bukan sekedar bergantung pada aspek perangkat pendukung, melainkan sangat dipengaruhi oleh seberapa kondusifnya lingkungan serta kondisi belajar mahasiswa.

Solusi Penggunaan Teknologi di Era Modern dalam Proses Belajar Mahasiswa

Penerapan solusi teknologi menjadi langkah penting untuk mendukung proses belajar mahasiswa di era modern. Solusi hybrid learning dan LMS seperti Moodle mengoptimalkan fleksibilitas belajar mahasiswa, didukung cloud dan AI untuk administrasi efisien (Prayoga, D. F, 2025). Hal tersebut memungkinkan mahasiswa mengikuti pembelajaran secara luring dan daring secara seimbang, sehingga mahasiswa dapat memilih mode belajar yang paling sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mahasiswa. Teknologi cloud dan kecerdasan buatan juga membantu mengelola materi, penilaian, dan komunikasi akademik secara lebih terstruktur dan mudah diakses.

Selain itu, peran pengajar juga mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi digital. Pengajar berperan dalam memandu yang senantiasa mendampingi peserta didik dalam mengeksplorasi berbagai platfrom srta perangkat baru (Wahyuanto et al., 2024). Peran dosen kini telah bergeser dari sekedar penyampai materi utama, tetapi berperan dalam memandu mahasiswa memanfaatkan teknologi dalam proses belajar. Pendekatan tersebut mendorong mahasiswa untuk lebih mandiri, aktif mencari informasi, dan mengembangkan keterampilan literasi digital yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran modern.

Platform pembelajaran daring juga menjadi bagian penting dari solusi yang efektif. Platform seperti Zoom dan Google Classroom menjadi solusi utama pembelajaran mahasiswa dengan preferensi interaktif, tingkatkan efektivitas 26% via infrastruktur digital (Ramdani, Nurhidayatulloh, & Rinjani, 2025). Keberadaan platform tersebut memungkinkan mahasiswa berinteraksi secara langsung melalui video conference, diskusi, dan kolaborasi digital, sehingga proses belajar menjadi lebih dinamis. Infrastruktur digital yang baik turut meningkatkan efektivitas pembelajaran, terutama dalam hal keterlibatan dan pemahaman materi. Secara keseluruhan, solusi teknologi dalam pembelajaran modern tidak hanya meningkatkan fleksibilitas, tetapi juga memperkuat peran mahasiswa dan pengajar dalam proses belajar. Integrasi hybrid learning, peran fasilitator, serta penggunaan platform digital yang interaktif menjadi langkah strategis guna meningkatkan efektivitas pembelajaran di zaman modern.

Penulis: Rima Mahliza
Mahasiswa S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com