Gelar Interactive Harmony di SMAN 14 Surabaya, Bentuk Inisiatif Mahasiswa Teknik Lingkungan UPNVJT dalam Mengukuhkan Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Z

Avatar photo
Gelar Interactive Harmony di SMAN 14 Surabaya, Bentuk Inisiatif Mahasiswa Teknik Lingkungan UPNVJT dalam Mengukuhkan Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Z
Mahasiswa Teknik Lingkungan UPN “Veteran” Jawa Timur berfoto bersama usai kegiatan sebagai bentuk kekompakan tim dan penutup rangkaian program pengabdian masyarakat “Interactive Harmony” di SMAN 14 Surabaya.

BERITAKULIAH.COM, Surabaya — Kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan dalam segala aspek kehidupan menjadi landasan utama bagi sekelompok mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur dalam melaksanakan program pengabdian masyarakat. Bertempat di SMAN 14 Surabaya, kegiatan bertajuk “Interactive Harmony” ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman moderasi beragama sebagai fondasi karakter bagi Generasi Z.

Program ini merupakan bagian dari Project-Based Learning (PBL) Mata Kuliah Umum Agama Islam yang dibimbing oleh Ibu Rohmatul Faizah, S.Pd.I., M.Pd.I.. Sebagai calon insinyur lingkungan, mahasiswa menekankan bahwa stabilitas sosial sangat bergantung pada sikap moderat yang seimbang, sebagaimana ekosistem yang sehat bergantung pada interaksi yang harmonis antar komponennya.

Gelar Interactive Harmony di SMAN 14 Surabaya, Bentuk Inisiatif Mahasiswa Teknik Lingkungan UPNVJT dalam Mengukuhkan Moderasi Beragama di Kalangan Generasi Z
Mahasiswa Teknik Lingkungan UPN “Veteran” Jawa Timur bersama siswa dan pihak SMAN 14 Surabaya berfoto bersama usai kegiatan “Interactive Harmony” sebagai simbol komitmen bersama dalam menanamkan nilai moderasi beragama dan toleransi di kalangan Generasi Z.

Pemilihan SMAN 14 Surabaya sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada besarnya potensi siswa sebagai digital native yang aktif berinteraksi di ruang publik. Dalam kegiatan ini, tim mahasiswa melakukan interaksi tatap muka secara langsung untuk memastikan pesan moderasi tersampaikan secara akurat. Sosialisasi ini bukan sekadar ceramah searah, melainkan sebuah ruang dialog interaktif yang mengajak siswa memahami nilai-nilai berikut:

  • Keseimbangan (Tawassuth): Memahami bahwa moderasi adalah pendekatan yang menekankan keseimbangan dan menghindari sikap ekstrem yang dapat menimbulkan konflik sosial.
  • Aksi Preventif: Mendorong siswa untuk bersikap bijak dalam menyaring informasi agar tidak terjebak dalam ujaran kebencian dan intoleransi yang tersebar di media sosial.
  • Penghargaan terhadap Keberagaman: Menanamkan kesadaran bahwa menghormati perbedaan keyakinan adalah tanggung jawab sosial yang nyata di tengah masyarakat multikultural.

Pelaksanaan program ini menggunakan pendekatan yang partisipatif, di mana siswa diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pandangan mengenai praktik toleransi di lingkungan sekolah. Metode interaktif ini terbukti mampu meningkatkan minat belajar siswa dibandingkan metode konvensional.

Kegiatan ini melibatkan kerja sama tim yang solid dari mahasiswa Teknik Lingkungan, yaitu Imelda Herawati, Zuhayra Nasrin, Nico Ferbian F., Yolanda Keysa A., Nadya Revalina S., dan Muhamad Aditia R.. Melalui interaksi ini, mereka memastikan bahwa setiap siswa mampu menyerap esensi moderasi beragama sebagai langkah untuk memperkuat kerukunan sosial di masa depan.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama yang menegaskan bahwa moderasi beragama adalah tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan harmonis. Dengan terlaksananya sosialisasi ini, diharapkan siswa-siswi SMAN 14 Surabaya dapat tumbuh menjadi agen perubahan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang inklusif dalam merawat keberagaman bangsa.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com