BERITAKULIAH.COM, Papua — New Kaledonia merupakan negara di kawasna Pasifik yang dekat dengan Australia. Yang terdapat lebih dari 268 ribu penduduk yang bermukim di sana.
Penduduk mayoritas kaledonia baru yaitu suku kanak, yang merupakan suku mayoritas dan tetap yang memiliki presentase 40%, yang disusul suku Eropa yang merupakan bekas jajahan Prancis, lalu disusul oleh suku Wallis dan Futuna. Namun, ada yang menarik di Kaledonia Baru, sebanyak 1,4% penduduknya merupakan orang Jawa asli yang bermigrasi ke Kaledonia Baru sejak tahun 1860an.
Kedatangan orang Jawa ke Kaledonia Baru, dimulai dari pengiriman orang Jawa sebanyak 170 orang oleh pemerintahan colonial Belanda atas kesepakatan yang dibuat oleh pemerintahan Prancis pada 16 Februari 1896, yang dipekerjakan sebagai kuli kontrak.
Adapun adaptasi dari orang Jawa di Kaledonia baru dapat terasa dari segi Bahasa yang telah di serapkan dari Bahasa Peranci. Bahasa Jawa yang digunakan di Kaledonia Baru adalah Bahasa Jawa Ngoko, yang merupakan penyederhanaan Bahasa di Kaledonia Baru,
Dari awal kedatangan suku Jawa ke Kaledonia Baru, menjadikan orang-orang pertama hingga keturunannya sampai sekarang menjadi penduduk asli Kaledonia Baru, keturunan Jawa, Indonesia.
Adapaun total populasi suku Jawa di Kaledonia Baru, berdasarkan sensus 2024, sebanyak 3.789 orang. Hingga kini setiap tanggal 6 Februari, diperingati oleh diaspora setempat sebagai kedatangan orang Jawa di Kaledonia Baru.
Status Orang Jawa yang menetap di Kaledonia Baru juga menjadikan orang-orang Jawa di sana tetap harus mengikuti semua dinamika yang terjadi di negara tersebut. Seperti kerusuhan yang terjadi di tahun 2024, akibat polemic politik yang terjadi di sana. Puncaknya banyak terjadi kebakaran, penjarahan, kerusakan yang terjadinya di sana. Bahkan kerusuhan yang diakibatkan oleh pernyataan presiden Prancis, membuat peperangan saudara di Kaledonia Baru.

Penulis: Martince Awom, Mahasiswa Universitas Cenderawasih, Semester V













