BERITAKULIAH.COM, Gambiranom — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan kegiatan edukasi bertema “Eco-Craft: Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Hiasan Kelas” pada siswa kelas IA SD Negeri 1 Gambiranom. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penerapan pembelajaran berbasis proyek sekaligus aksi nyata mahasiswa dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan SDGs 13 (Aksi terhadap Perubahan Iklim).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mengajak siswa memahami bahwa sampah plastik tidak harus berakhir di tempat pembuangan, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi karya estetis yang mempercantik ruang kelas. Pendekatan edukasi dilakukan secara menyenangkan dan sesuai perkembangan siswa sekolah dasar, sehingga mereka dapat belajar sambil bermain dan berkreasi.
Kelas IA SDN 1 Gambiranom dipilih sebagai lokasi kegiatan karena ruang kelas merupakan lingkungan belajar pertama yang paling dekat dengan aktivitas siswa. Berdasarkan pengamatan, sampah plastik dari bekal dan kemasan minuman masih sering dijumpai di lingkungan sekolah. Kondisi ini menjadi peluang edukatif untuk mengajarkan siswa pentingnya memilah, mengurangi, dan memanfaatkan kembali sampah plastik.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas IA yang berjumlah satu rombongan belajar. Mahasiswa bertindak sebagai fasilitator yang memberikan penjelasan, contoh visual, serta memandu siswa dalam proses pengolahan limbah plastik. Edukasi diberikan melalui cerita, tanya jawab, dan demonstrasi agar lebih mudah dipahami oleh siswa usia akhir SD kelas rendah.
Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu:
1. Edukasi Mengenai Sampah dan SDGs 12 & 13
Mahasiswa memberikan penjelasan tentang jenis sampah, bahaya sampah plastik, dan arti pentingnya menjaga lingkungan. Siswa juga diperkenalkan dengan SDGs 12 dan 13 secara sederhana agar memahami bahwa tindakan kecil mereka memiliki dampak besar bagi bumi.
2. Pengumpulan dan Pemilahan Limbah Plastik
Anak-anak membawa botol plastik, gelas plastik, tutup botol, dan kemasan bekas dari rumah. Mahasiswa membantu melakukan pemilahan dan pembersihan agar siap digunakan untuk kegiatan Eco-Craft.
3. Pembuatan Hiasan Kelas dari Limbah Plastik
Dengan bimbingan mahasiswa, siswa membuat berbagai hiasan seperti lampion mini dari botol bekas, ornamen gantung dari gelas plastik, hingga kotak alat tulis dari kemasan karton susu. Kegiatan ini sekaligus melatih kreativitas dan motorik halus siswa.
4. Penataan Hasil Karya di Ruang Kelas
Setelah semua karya selesai, mahasiswa dan siswa bersama-sama memasang hasil Eco-Craft sehingga kelas IA tampil lebih berwarna dan ramah lingkungan. Anak-anak tampak bangga melihat hasil karya mereka menghiasi ruang belajar.

Dampak dan Relevansi dengan SDGs
Kegiatan Eco-Craft ini memberikan dampak langsung pada perubahan kebiasaan siswa di kelas IA. Mereka menjadi lebih peduli terhadap sampah, lebih sering membuang sampah pada tempatnya, dan memahami bahwa barang bekas dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Program ini berkontribusi pada:
- SDG 12: Mengurangi sampah plastik di lingkungan sekolah melalui praktik daur ulang kreatif.
- SDG 13: Mengajak siswa berperan dalam aksi kecil pengurangan sampah yang membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
Mahasiswa UNY berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan di kelas maupun sekolah lain sehingga kesadaran lingkungan dapat tumbuh semakin luas sejak usia dini.













