Dukung Pengrajin Lokal, Mahasiswa KKN IDBU 22 UNDIP Bantu Digitalisasi Eksistensi Bisnis Pengrajin Kuda Lumping

Avatar photo
Dukung Pengrajin Lokal, Mahasiswa KKN IDBU 22 UNDIP Bantu Digitalisasi Eksistensi Bisnis Pengrajin Kuda Lumping
Fitri Nur Kholisa bersama pengrajin kuda lumping saat sosialisasi penggunaan marketplace pada Sabtu (9/8/2025).

BERITAKULIAH.COM, SEMARANG — Fitri Nur Kholisa, seorang mahasiswi dari jurusan Bahasa Asing Terapan Universitas Diponegoro yang tergabung dalam program KKN IDBU 22 UNDIP, berhasil menginisiasi program kerja (proker) yang bertujuan membantu para pengrajin properti Kuda Lumping di Jurang Blimbing.

Proker ini dilaksanakan pada Sabtu, 9 Agustus 2025. Program ini fokus pada pendampingan pengelolaan marketplace untuk memasarkan produk-produk kerajinan mereka secara digital.

Menurut Lisa, tujuan dari program ini adalah agar produk-produk pengrajin bisa dikenal lebih luas, tidak hanya oleh masyarakat sekitar, tetapi juga pembeli dari luar daerah, bahkan nasional.

“Harapannya, penjualan meningkat dan UMKM Kuda Lumping bisa berkembang secara berkelanjutan,” ujar Lisa.

Dukung Pengrajin Lokal, Mahasiswa KKN IDBU 22 UNDIP Bantu Digitalisasi Eksistensi Bisnis Pengrajin Kuda Lumping
Produk kuda lumping yang dibuat oleh pengrajin kuda lumping.

Alasan utama Lisa mengadakan program ini adalah karena melihat potensi besar dari para pengrajin yang sudah menghasilkan karya berkualitas, namun pemasaran mereka masih terbatas secara offline.

Ia menyadari bahwa banyak pembeli potensial yang tertarik, tetapi tidak tahu cara mengakses produk mereka. Dengan adanya marketplace, pemasaran menjadi lebih luas, penjualan lebih mudah dipantau, dan nilai ekonomi bagi para pengrajin dapat meningkat.

Meskipun program ini berjalan lancar, Lisa mengakui adanya kendala. “Kendala yang muncul adalah sistem manajemen kewirausahaan yang belum terorganisir dengan baik, sehingga minat untuk mengelola marketplace masih rendah,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Lisa melakukan edukasi dan pendampingan intensif. Ia menjelaskan manfaat dan peluang marketplace, memberikan cara dan mekanisme pembuatan akun marketplace, serta mengajarkan langkah-langkah teknis. Melalui pendekatan ini, para pengrajin kini menjadi lebih percaya diri untuk memanfaatkan platform digital.

Pihak pengrajin Kuda Lumping menyambut baik program yang digagas Lisa. Mereka merasa mendapatkan banyak informasi yang bagus untuk perkembangan usaha mereka ke depannya.

Saran dan masukan dari Lisa juga akan dipertimbangkan untuk diterapkan. Diharapkan, langkah ini bisa menjadi pemicu bagi pengrajin lokal lainnya untuk berani merambah dunia digital dan memperluas jangkauan pasar mereka.

Editor: Bifanda Ariandhana, Tim BeritaKuliah.com