Kendal, 26 Juli 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 129 Universitas Diponegoro melaksanakan program penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan sistem budidaya perikanan lele di Dusun Jetis, Desa Margosari. Program ini berfokus pada beberapa instrumen penting, yaitu prosedur pengemasan dan sistem transportasi distribusi benih ikan, penanganan penyakit ikan lele, serta inovasi pengolahan hasil panen menjadi abon lele.
Kegiatan ini ditujukan kepada pembudidaya lele di Dusun Jetis, yang selama ini telah menjalankan usaha perikanan secara mandiri, tetapi masih menghadapi kendala teknis, khususnya dalam distribusi benih dan pengelolaan penyakit ikan. Kepala Dusun Jetis, Bapak Nur Kholis turut mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN-T 129 ini.
“Program yang dibawakan mahasiswa sangat sesuai dengan potensi yang kami miliki. Kami berharap program ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi masyarakat agar lebih semangat dalam mengembangkan potensi desanya.”
Berdasarkan kendala yang telah dijelaskan sebelumnya mahasiswa KKN—T 129 melakukan sosialisasi dan pendampingan langsung kepada pembudidaya lele dengan memperkenalkan standar pengemasan benih ikan yang sesuai, seperti penggunaan kantong plastik beroksigen, pengaturan kepadatan benih, serta pengelolaan suhu air selama transportasi agar benih tetap sehat dan produktif.
Lebih lanjut, masyarakat juga dibekali pemahaman mengenai penyakit pada ikan lele yang kerap muncul dalam siklus pemeliharaan. Edukasi yang diberikan berfokus pada pengenalan gejala penyakit, langkah pencegahan, serta pengelolaan kolam dan kualitas air. Harapannya, pembudidaya ikan lele dapat lebih siap menghadapi kendala selama budidaya dan meminimalisasi risiko kerugian panen.
“Adanya program dari adik-adik KKN ini, sangat membantu kami terutama dalam pengetahuan tentang pengemasan benih dan cara mengatasi penyakit lele. Kami jadi lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha bubidaya lele kami.” Ujar Mas Jihad selaku pembudidaya lele.
Sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, mahasiswa KKN-T juga menginisiasi pelatihan produk pengolahan hasil budidaya yaitu, abon lele. Produk ini tidak hanya bergizi dan tahan lama, tetapi juga memiliki potensi pasar yang menjanjikan. Dalam proses pembuatan abon lele dapat melibatkan kelompok ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. Dengan demikian adanya kesempatan untuk membuka usaha baru di lingkungan Desa Margosari.
Selain itu, program ini juga membuka peluang bagi pengembangan tanah bengkok desa menjadi kawasan eduwisata. Hal ini dikarenakan, daerah Dusun Jetis memiliki potensi yang besar dalam bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Oleh karena itu, Dusun Jetis dinilai layak untuk dikembangkan sebagai tempat wisata edukatif yang mengajarkan ketahanan pangan berbasis lokal. Pengunjung nantinya dapat melihat langsung praktik budidaya lele, proses pengolahan abon lele, dan aktivitas pertanian masyarakat setempat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 26 Juli 2025 ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan lokal di Desa Margosari. Selain itu, dapat mendorong Desa Margosari sebagai desa vokasi perikanan dan pengembangan eduwisata yang mandiri dan memiliki berdaya saing. Hal ini membuktikan, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa pengembangan desa dapat dimulai dari langkah kecil yang berdampak besar.














